Kepribadian Seseorang Tergambar dari Bagaimana Ia Ber-Facebook

Leave a Comment!
Sudah terbit di: https://steemit.com/internet/@lerengbukit/kepribadian-seseorang-tergambar-dari-bagaimana-ia-ber-facebook

Ada banyak metode untuk menggambarkan kepribadian seseorang. Bila kita ingin lebih mendalam mengenal seseorang, dapat mencoba memantau bagaimana perilakunya dalam ber-facebook. Sebabnya, berdasarkan hasil penelitian, perilaku dalam bermedia sosial tersebut sesungguhnya menggambarkan kepribadiannya. Nah, berikut beberapa perilaku pengguna media sosial ciptaan Mark Zuckerberg ini dan bagaimana masing-masing kepribadiannya.

  • Aktif Ber-Facebook dan Mengisi Profil Pribadi Selengkap-Lengkapnya. Memiliki Karakter Ekstrovert. Ekstrovert, secara mendasar, yaitu kepribadian yang terbuka. Lawannya, yaitu introvert yang secara mendasar sangat tertutup. Bila seseorang begitu sangat rajin dan aktif bermedia sosial ini, maka termasuk kategori ekstrovert. Mereka pun begitu rajin me-like dan meng-update status. Perilaku tersebut sama dengan di dunia nyata. Selain itu, bila mengisi profil pribadi selengkap mungkin, termasuk ekstrovert juga. Pengguna yang menunjukkan hal tersebut memiliki kreativitas dan imajinasi yang lebih tinggi.


    Gambar 1. Ber-Facebook

  • Banyak Teman Pertanda Kurang Percaya Diri. Memiliki banyak teman (friends) di media sosial ini memang sangat menyenangkan. Namun, pada sisi lain, memiliki sifat kurang percaya diri. Untuk mengatasinya, mengundang teman sebanyak mungkin. Kehadiran mereka akan menanamkan kepercayaan diri lebih kepadanya.

  • Rapih dan Sistematis Menata Konten Mencerminkan Karakter Pekerja Keras. Bila konten-konten tertata dengan rapih dan sistematis, maka termasuk memiliki karakter pekerja keras. Misalnya, menaruh foto-foto di dalam folder yang sesuai sehingga memudahkan orang lain untuk menyimaknya. Ataupun, mem-posting komentar serta meng-update status dalam tata bahasa yang mudah dimengerti sehingga lebih mudah dipahami banyak orang. Mereka pun tak terlalu sering ber-Facebook. Sebabnya, mereka sangat menghargai waktu.

  • Sering Memposting Foto Apapun Bermakna Narsis. Narsis, secara mendasar, yaitu memandang diri sendiri begitu istimewa dan sangat lebih baik dari orang lain. Untuk memperkuat pandangan ini, orang-orang narsis memposting beraneka foto yang dapat mengundang likes dan komentar dari banyak orang. Bila mendapat banyak likes dan komentar yang mendukung kenarsisan mereka, akan semakin menambah kenarsisan mereka. Tentunya, orang-orang narsis tak akan berhenti mempostingnya.

  • Sering Memposting Foto pun Dapat Juga Mencerminkan Suatu Keresahan. Orang yang merasa resah pun memposting aneka foto. Nah, foto yang mereka posting tak menampilkan keresahan yang mereka sedang rasakan. Melainkan, yang beraura positif. Tujuannya, untuk mengatasi perasaan tersebut Ambil contoh, si X merasa sangat resah karena kehilangan pekerjaan dari suatu perusahaan. Si X akan memposting aneka foto beraura positif, Misalnya, seluruh prestasi kerja yang pernah ia raih di perusahaan tersebut, untuk mengatasi perasaan tersebut.

  • Foto Sering di-Likes dan di-Shares Bila. Memancarkan Kepribadian Hangat dan Ramah. Secara psikologis, bila foto memancarkan aura kepribadian hangat dan ramah, menjadikan banyak orang tak segan untuk me-likenya atau bahkan men-sharenya. Dan juga, mereka pun akan meninggalkan komentar-komentar yang positif.
Demikian,berikut beberapa perilaku pengguna Facebook dan bagaimana kepribadiannya. Nah, apakah kita termasuk salah satunya?

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://www.forbes.com/sites/amymorin/2014/10/31/what-your-facebook-use-reveals-about-your-personality-and-your-self-esteem/#cef1009321f1

Gambar: 1. https://cdn.pixabay.com/photo/2016/12/13/07/25/facebook-1903445_960_720.jpg
[Read More...]

Dampak Negatif Sosial Media yang Kurang Disadari

Leave a Comment!
Sudah terbit di: https://steemit.com/internet/@lerengbukit/dampak-negatif-sosial-media-yang-kurang-disadari

Apakah kita tak memiliki akun media sosial? Saat ini, masyarakat umumnya begitu akrab dengan media dunia maya ini. Dan juga menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Padahal, ada juga dampak negatifnya. American Academy of Pediatrics telah memperingatkan hal tersebut. Dampak ini tak hanya bagi anak dan remaja saja. Tetapi juga bagi orang dewasa. Nah, apa sajakah dampaknya?

Bermedia sosial berisiko menjadikan penggunanya menjadi adiktif atau ketagihan menggunakannya. Sama seperti halnya rokok ataupun minuman keras. Bila telah candu, sulit lepas darinya. Dan juga, berdampak kurang baik bagi kesehatan. Nah menurut penelitian Nottingham Trent University, bila telah sangat kecanduan media sosial, akan mengalami gangguan perilaku. Antara lain, acuh terhadap dirinya sendiri, mengalami gangguan mental dan kejiwaan, menjadikan media sosial sebagai pelarian dari kenyataan, berkurangnya kemampuan bertoleransi, dan bingung dengan dirinya sendiri. Penelitian Swansea University pun menunjukan hasil yang tak jauh berbeda. Yaitu, orang yang terbiasa bermedia sosial akan merasa sangat cemas bila jauh darinya. Baginya, media tersebut adalah segalanya.


Gambar 1. Stres

Dapat juga menjadikan seseorang merasa sangat 'terhina' bila tak mengetahui informasi terhangat. Padahal, hal ini sesungguhnya hanya perasaannya saja. Agar tak merasa 'terhina', ia tentunya mesti banyak membaca berbagai informasi dari berbagai sumber. Meskipun ia memang sama sekali tak membutuhkan informasi tersebut. Hal ini tentunya akan sangat menyita waktunya.

Sepintas, berinteraksi dengan orang lain di dunia maya memang terlihat sangat mengasyikan. Namun, sesungguhnya tak selalu demikian. Media sosial pun bisa menjadikan penggunanya merasa begitu stres. Ambil contoh, seorang pengguna memiliki banyak teman. Namun, bila postingnya sama sekali tak ditanggapi teman-temannya, bisa menjadikannya merasa sangat stres. Beberapa pakar pun menemukan bahwa bila seseorang memposting rasa stres yang dialaminya, akan menular kepada pengguna yang membacanya. Keduanya pun akan merasakan hal yang sama.

Sesuai namanya, kita dapat berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain secara maya. Nah, bila candu, bisa saja menjadikan enggan berinteraksi dengan orang lain dalam dunia nyata. Berkenalan dan berkomunikasi dengan banyak orang di dunia maya menjadi lebih mengasyikan dibandingkan di dunia nyata. Tak tertutup kemungkinan, akan menurunkan kemampuan bersosialisasi kita juga. Hal ini tentunya sangat tak sehat.

Mengalami gangguan tidur dan kesehatan. Bila terlalu banyak memandang pancaran sinar layar, baik dari layar smartphone ataupun laptop, dapat mengurangi kualitas tidur kita. Bila kualitas tidur berkurang, tentunya tak akan kurang nyaman beraktivitas sehari-hari. Selain itu, bila candu, biasanya menggunakannya berjam-jam hingga larut. Bisa saja, akan mendatangkan penyakit juga.

Demikian, dampak-dampak negatif media sosial. Untuk mencegahnya, kita memang mesti membatasi diri untuk menggunakannya.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
  • https://www.forbes.com/sites/alicegwalton/2017/06/30/a-run-down-of-social-medias-effects-on-our-mental-health/
  • https://www.makeuseof.com/tag/negative-effects-social-media/
  • https://www.pbs.org/newshour/health/social-media-stress-contagious
Gambar:
1. https://cdn.pixabay.com/photo/2018/05/15/16/10/stressed-woman-3403423_960_720.jpg
[Read More...]

Sebulan Terakhir