Arti dari Kode Error HTTP dalam Website : 401, 402, 403, 404...[Lengkap]-1

Leave a Comment!


Bagi orang-orang yang hobi browsing internet pasti pernah mengalami atau menemukan kode-kode error saat mengunjungi laman situs (website) tertentu. Maksud dari kode-kode error ini adalah memberitahukan informasi tertentu kepada pengunjung mengenai laman situs tersebut. Biasanya dengan adanya kode-kode error ini pada sebuah situs internet maka kita (pengunjung) tidak dapat melihat tampilan atau isi dari situs. Hal ini karena adanya pengaturan yang terjadi dengan laman situs tersebut atau terjadi kendala-kendala yang menyebabkan kita tidak dapat mengaksesnya (error).

Nah pertanyaannya, tahukah anda arti dan maksud dari setiap kode-kode error itu? Banyak pengunjung situs yang tidak mengetahui arti dari setiap kode error yang muncul, sehingga banyak yang beranggapan bahwa perbedaan setiap kode yang muncul pada sebuah website tidaklah penting, hanya membuat kesal, karena akhirnya tampilan isi dari situs yang diminta tidak dapat diakses.

Tentunya setiap kode error mempunyai artinya masing-masing, dan kemunculan kode tersebut akan menyesuaikan dengan permasalahan yang terjadi. Secara umum, kode error yang ada terklasifikasi atas dua jenis, yaitu yang berawalan digit 4xx dan digit 5xx. Kode error yang berawal 4xx, merupakan kode error yang kemunculannya disebabkan oleh klien (pemakai), sedangkan kode error berawalan 5xx itu disebabkan oleh aktivitas server.

Bagian dari kode error berawalan digit 4xx memiliki jumlah yang lebih banyak ketimbang kode error berawalan digit 5xx. Di bawah ini merupakan bagian kode-kode error berawalan 4xx yang mungkin akan anda temukan ketika mengunjungi laman situs tertentu.

Error 400 : Bad Request

Kode error ini akan muncul apabila anda salah mengetikkan alamat url situs pada address bar, sehingga server tidak dapat mengenali permintaan anda. Silakan periksa kembali alamat situs yang ingin dituju.

Error 401 : Unauthorized

Jika anda menemukan kode seperti ini pada laman situs internet, itu artinya pengunjung situs tidak mempunyai hak akses terhadap file yang diminta karena dilindungi dengan kata kunci atau password.

Error 402 : Payment Required Error

Kode ini sebenarnya jarang terjadi, menunjukkan adanya kesalahan pada layanan pembayaran dari bagian beberapa bentuk digital cash atau skema micropayment.

Error 403 : Forbidden

Anda (pengunjung) tidak diberi akses untuk melihat file (data dilindungi) pada laman situs, baik karena data disembunyikan atau dilindungi dengan kode pemrograman tertentu. Sehingga server akan menolak permintaan anda.

Error 404 : Not Found

Kode error ini yang cukup terkenal di kalangan para penghobi browsing internet. Arti dari kode ini adalah data atau file yang anda minta tidak tersedia pada database laman situs tersebut. Bisa karena data sudah hilang atau terhapus.

Error 405 : Methode Not Allowed

Kode ini akan tampil jika request yang kita minta menggunakan metode yang tidak diizinkan oleh komputer server. Error 406 : Not Acceptable

Kemunculan kode ini memberikan informasi kalau server tidak memberikan izin atau tidak dapat memenuhi perintah dari browser untuk membuka situs yang anda minta.

Error 407 : Proxy Authentication Required

Bahwa klien harus mengotentikasi dirinya pada proxy server agar server dapat mengenali perintah dan menjalankan perintah yang diminta klien.

Error 408 : Request Timeout

Artinya koneksi kita pada laman tersebut telah diputus komputer server karena batas waktu yang diberikan telah habis. Hal ini bisa saja terjadi misalnya karena koneksi lelet, sehingga waktu yang diperlukan terlalu lama.

Error 409 : Conflict

Telah terjadi perbenturan laman situs. Seringkali hal ini disebabkan klien mengunjungi laman situs yang di mana di saat bersamaan pemilik laman situs tersebut sedang mengedit halaman yang anda akses.

Error 410 : Gone

Jika kode ini muncul, menjelaskan kalau laman situs yang anda tuju sudah tidak aktif lagi (expired) atau kemungkinan memang sudah dihapus.

Error 411 : Length Required

Bahwa permintaan anda tidak sesuai dengan panjang isi laman dari situs yang anda butuhkan.

Error 412 : Precondition Failed

Persyaratan gagal. Server yang dituju tidak memenuhi persyaratan atas permintaan klien. Dengan terpaksa, laman situs tak dapat ditampilkan.

Error 413 : Request Entity Too Large

Mengandung arti data yang ingin kita buka terlalu besar ukuran. Sementara komputer server tidak mampu menampilkan data dengan ukuran yang besar melebihi kapasitas komputer server itu sendiri.

Error 414 : Request URL Too Long

Alamat Url yang kita buat di address bar terlalu panjang, dan hal itu tidak dapat diproses oleh server. Tapi saat ini kode error jenis ini sangat jarang kita temui, karena alamat url yang ada saat ini sudah lebih singkat.

Error 415 : Unsupported Media Type

Menjelaskan bahwa jenis media yang kita gunakan tidak cocok atau tidak didukung oleh server. Server pun tidak akan menjalankan perintah sebab pengaturan format file yang kita buat tidak tersedia pada server. Misalnya, kita ingin mengupload video berformat MP4, sementara server menyediakan jenis format 3GP maka file yang kita upload tidak akan ditampilkan dengan muncul kode error ini.

Error 416 : Requested Range Not Satisfiable

Kode ini menjelaskan ada bagian file yang diminta klien, tetapi tidak dipenuhi oleh server karena server tidak menyediakan bagian file tersebut secara terpisah.

Error 417 : Expectation Failed

Harapan yang klien minta gagal. Biasanya berkaitan dengan perintah dalam memenuhi persyaratan bidang Expect request-header.

Error 418 : I'm a Teapot RFC 2324

Kode error ini sangat amat jarang dijumpai. Pada tahun 1998, kode Ini diartikan sebagai salah satu "IETF April Fools Jokes", dalam "RFC 2324", “Hyper Text Coffee Pot Control Protocol", dan tidak untuk dilaksanakan oleh server HTTP yang sebenarnya.

Error 419 : Unused

Berisi penjelasan bahwa laman situs sudah tidak terpakai dan digunakan lagi.

[bersambung]…

Oleh : Roma Doni
[Read More...]

Awas Berhati-hatilah Situs Yang Anda Gunakan Palsu !!

Leave a Comment!
Apakah situs yang sering Anda gunakan sudah aman?

Perkembangan teknologi dari hari ke hari semakin berkembang dengan pesat. Tentunya berbagai macam cara dapat digunakan dengan instan, seperti halnya kegiatan penjelajahan internet yang tak asing lagi dengan situs-situs jejaring/ website yang dapat tersebar luaskan.

Setiap Anda menggunakan masing-masing layanan di dalam website internet, tentu Anda harus login dengan memasukkan user name dan password. Dalam proses login inilah, Anda harus sangat berhati-hati.

Kenapa demikian?

Karena berawal dari proses inilah yang dapat menyebabkan terjadinya kejahatan dengan bobolnya akun website Anda untuk kepentingan pribadi seseorang dengan cara mengumpan pengguna menggunakan website yang hampir sama dengan website aslinya, website yang hampir sama inilah sering disebut juga phishing.

Oleh karena itu, berhati-hatilah saat akan memasukkan user name dan password akun website Anda. Perhatikan dan pastikan alamat situs yang Anda gunakan itu memiliki alamat yang benar, karena biasanya alamat situs website palsu menyerupai alamat website aslinya.

Seperti jika Anda menggunakan jejaring facebook maka bukalah alamat facebook.com, perhatikan ejaan huruf dari alamatnya karena biasanya ejaan alamat situs website palsu/ phishing hampir menyerupai misalnya menjadi faceboook.com atau facebook.blogspot.com atau yang lainnya.

Tentunya dengan mengisi akun website Anda di alamat yang phishing tersebut dapat menimbulkan bobolnya akun Anda oleh orang lain yaitu dengan cara saat Anda memasukkan username dan password akun Anda akan langsung tersimpan secara otomatis di data akun phishing tersebut. Oleh karena itu, untuk mengetahui situs jejaring/ website yang aman cobalah Anda untuk lebih jeli lagi melihat alamat situs website yang akan Anda gunakan, karena situs jejaring/ website yang aman dapat diketahui dengan awalan “https” di awal alamat website yang akan kita gunakan.

Apa itu HTTPS?

HTTPS merupakan sebuah penggabungan antara Hypertext Transfer Protocol (HTTP) dengan menggunakan teknologi protokol Secure Socket Layer (SSL)/ Transport Layer Security (TLS), yang berguna untuk memungkinkan data-data pribadi Anda akan sulit dideteksi atau disadap oleh para hacker yang ingin mencuri data-data pribadi Anda.

Biasanya awalan HTTPS ini dapat ditandai dengan adanya simbol kunci di dalam bagian Address Bar Browser yang sedang Anda gunakan.

Bagaimana sekarang, apakah situs jejaring/ website yang sering Anda gunakan itu sudah aman?

Tak perlu khawatir, untuk menghindari phishing Anda dapat menggunakan fitur Anti-Phishing di komputer atau laptop Anda, dengan cara mengaktifkan fitur tersebut melalui setting didalam menu Chrome, lalu klik show advanced settings di bagian privacy, pastikan bahwa opsi-opsi “Enable Phishing and Malware Protection” sudah diberi tanda ceklis.

Dan bagi Anda yang sering menggunakan internet dengan Mozilla Firefox, tak perlu khawatir karena bisa Anda temukan di dalam menu setting pada kolom privacy dengan memilih opsi block reported web forgeries yang apabila diberi tanda cek lis akan berfungsi untuk mencegah teraksesnya phishing di internet yang sedang Anda gunakan.

Memanfaatkan mesin pencari (tambahan dari editor Puncak Bukit)

Selain dengan cara mengeset browser seperti di atas, kita juga dapat menghindari kejahatan phishing dengan memanfaatkan mesin pencari seperti Google, Bing atau Yahoo. Beberapa tahun lalu nasabah bank BCA di Indonesia pernah dihebohkan oleh situs “klickbca.com” yang merupakan phishing dari situs yang asli yaitu “klikbca.com”. Perhatikan perbedaan tipis antara menggunakan “c” dan tidak di dalam nama domain, phishing yang cukup cerdik. Kita dapat memanfaatkan mesin pencari untuk menghindari phishing ini dengan cara:

  • Cari di mesin pencari dengan kata kunci yang sesuai: misalnya dalam kasus ini “bca internet banking”.
  • Pada mesin pencari yang terpercaya seperti Google, Bing dan Yahoo, situs yang asli akan muncul di halaman pertama, karena situs asli inilah yang mempunyai otoritas tertinggi. Sementara situs phishing akan muncul jauh di halaman belakang, atau bahkan tidak muncul sama sekali.
  • Dengan mengklik hasil pencarian tersebut, kita dapat mengunjungi situs asli dengan aman, dan terhindar dari phishing.

Oleh : Fitriyana Suhendi
Sumber : Adi, Arista Prasetyo. Sanjaya, Ridwan. 2013. Most Wanted Tips of WiFi Anti-Hacking. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
[Read More...]