Project Sauron, Bentuk “Advance” dari Malware yang Tersembunyi Selama 5 Tahun

Leave a Comment!
Agustus 2016, ilmuwan yang bergerak di bidang keamanan data jaringan telah mengumumkan adanya penemuan sebuah bentuk platform malware tingkat lanjut yang tidak terdeteksi telah beroperasi selama kurang lebih lima tahun.


Gambar 1. Ilustrasi Sauron dalam film The Lord Of The Rings

Berdasarkan keterangan para ahli, “Project Sauron” adalah bentuk lanjutan malware yang didesain dengan apik dan nampak seperti pekerjaan yang disponsori oleh kelompok hacking, misalnya didukung oleh badan intelegensi pemerintah. Malware ini telah aktif sejak 2011 silam, menargetkan pada jaringan dengan profil tinggi di Rusia, China, Swedia dan negara lain.

Peneliti pada badan keamanan komputer seperti Symantec dan Kasperky Lab cukup sulit untuk mendeteksi malware ini, dan dikatakan bahwa telah ditemukan lebih dari 30 laman yang terinfeksi sejauh ini – termasuk pada jaringan di China, kedutaan di Belgium dan organisasi yang tidak terdefinisi di Swedia. Tidak seperti malware biasa pada PC yang menargetkan kepentingan konsumen, Project Sauron (dikenal juga sebagai Remsec) memiliki lebih banyak fokus meskipun dapat dijalankan pada platform Microsoft Windows biasa. Malware tersebut didesain untuk menyusup jaringan komputer yang dijalankan oleh organisasi seperti pemerintahan, lama kemeliteran, pusat penelitian sains, dan perusahaan sistem IT. Tujuannya adalah untuk memata-matai pada jaringan yang terinfeksi, membuka pintu belakang untuk sistem terkompresi, logging keystroke, dan mencuri informasi personal seperti user asuransi dan passwordnya.


Gambar 2. Malware Project Sauron

Project Sauron mengacu pada kode malware yang dinamai “Sauron”, dan Symantec mengatakan bahwa kode tersebut telah diciptakan oleh sekelompok hacking yang disebut Strider, yang mengidolakan The Lord of the Rings. Salah satu alasan mengapa butuh waktu lama bagi ahli keamanan jaringan untuk mendeteksi Project Sauron adalah karena program tersebut didesain hampir tidak terlihat, dengan penyerangan menggunakan kode khas untuk setiap target yang terpisah. Hal ini berarti bahwa malware tersebut tidak memunculkan trigger “red flags” pada komputer peneliti yang biasanya menandakan sebagai kode perusak.

Walaupun telah aktif sejak 2011, Kaspersky Lab hanya baru menemukan pekerjaan hacker tersebut tahun lalu, ketika perusahaannya diminta oleh salah satu klien untuk memeriksa anomali pada traffic jaringan.

“Penyerang tersebut benar-benar telah mengetahui bahwa peneliti seringkali mencari pola untuk menemukan malware”, jelas salah satu peneliti dari Kaspersky Lab. “Hilangkan polanya maka operasi malware akan sulit untuk ditemukan.”

Symantec mendeskripsikan bahwa Project Sauron memiliki sejumlah fitur tersembunyi, termasuk penyimpanan komponennya dalam objek executable yang membuatnya menjadi lebih sulit untuk dideteksi bagi antivirus tradisional. Selain itu memiliki sebuah fitur yang mampu menginfeksi ‘air-gapped’ komputer yang tidak terhubung dengan internet melalui sebuah USB.

“Kebanyakan malware secara fungsional dikembangkan di dalam jaringan, yang berarti bahwa malware tersebut bertempat di dalam memori komputer dan tidak pernah tersimpan di dalam disk”, sebuah keterangan dari peneliti di dalam blognya. “Hal ini juga membuat malware Project auron sulit untuk dideteksi, dan tentunya mengindikasikan bahwa tim Strider secara teknis merupakan penyerang yang berkompeten.”

Berita baiknya adalah Kaspersky mengatakan bahwa aktivitas Project Sauron di tahun ini dalam menginfeksi laman perusahaan sedikit berkurang karena kewaspadaan peneliti – akan tetapi tidak ada yang bisa menjamin hal ini akan bertahan lama. Secara keseluruhan, tim menilai untuk kemungkinan terciptanya malware yang canggih dilatar belakangi oleh dukungan sebuah pemerintahan, di mana berarti bahwa masih banyak rencana dan asupan finansial untuk mengembangkan penyerangan ini dan kemungkinan hal itu belum akan berakhir.

“Kami berpikir operasi malware tersebut sangat kompleks, dan menargetkan untuk mencuri informasi rahasia, yang hanya bias dieksekusi dengan bantuan dari suatu bentuk pemerintahan negara,” terang peneliti Kaspersky Lab. “Project Sauron terlihat seperti membutuhkan beberapa tim spesialis dan biaya yang mungkin mencapai jutaan dolar. Kami mewaspadai lebih dari 30 organisasi telah diserang, akan tetapi kami yakin ke 30 korban ini hanya merupakan puncak dari batu es.”

Oleh: Vierta Saraswati

Referensi :
http://www.sciencealert.com/scientists-just-found-an-advanced-form-of-malware-that-s-been-hiding-for-at-least-5-years
Referensi Gambar :
1. http://www.sciencealert.com/scientists-just-found-an-advanced-form-of-malware-that-s-been-hiding-for-at-least-5-years
2. http://www.sciencealert.com/scientists-just-found-an-advanced-form-of-malware-that-s-been-hiding-for-at-least-5-years
[Read More...]

Ilmuwan Berhasil Membuat Rekor Baru Transmisi Data Menggunakan Li-fi

Leave a Comment!
November tahun lalu, sebuah teknologi wireless bernama li-fi membuat gebrakan dengan membuktikan kecepatan transfer data pada uji coba pertamanya melebihi kecepatan wi-fi.

Tidak seperti wi-fi yang berbasis pada frekuensi radio, li-fi menggunakan sistem yang lebih cepat berdasarkan cahaya tampak dan peneliti di Saudi Arabia baru saja mengembangkan bohlam cahaya (lightbulb) yang mampu mengirimkan data lebih cepat 40 kali dibandingkan perangkat wi-fi apapun. Penemuan dari li-fi telah didedikasi oleh seorang ahli komunikasi Scottish, Harald Haas dari University of Edinburg, ketika dia mendemonstrasikan untuk pertama kalinya pada tahun 2011 dengan kedipan cahaya dari sebuah LED (Light emitting diode). Dia berhasil mengirimkan lebih banyak data dibandingkan melalui tower seluler. Teknologinya berbasiskan pada Visible Light Communication (VLC) , dengan frekuensi cahaya tampak antara 400 dan 800 terahertz (THz).


Gambar 1. Ilustrasi perangkat Li-fi

Memanfaatkan frekuensi cahaya ini, li-fi bekerja seperti kode Morse yang luar biasa kompleks – melalui kedipan cahaya hidup dan mati dari LED dengan kecepatan ekstrem tak kasat mata, yang dapat diterjemahkan sebagai proses pengiriman data dalam bentuk kode biner. Bayangkan Anda memiliki smart LED’s terinstal di rumah Anda dan mesin penjual kopi yang secara wireless dapat terhubung dengan komputer Anda, handphones, printer, dan pendingin ruangan selama cahaya LED menyinari ruangan kosong rumah Anda.


Gambar 2. Perumpamaan teknologi Li-fi

Bulan November yang lalu, sebuah tim dari perusahaan Estonian Tech, Velmenni memutuskan untuk membawa teknologi ini pertama kali keluar dari laboratorium, dan ketika dilakukan uji coba di kantor dan lingkungan industri di daerah lokalnya, mereka memperoleh kecepatan transfer data sebesar 224 gigabits per detik. Tidak hanya 100 kali lebih capt dibandingkan kemampuan wi-fi rata-rata namun kecepatan tersebut setara dengan 18 film dengan kapasitas 1.5 GB yang dapat didownload setiap detiknya, dan sekarang kalikan dengan 40.

Penelitian dari King Abdullah University of Science and Technology di Saudi Arabia telah menemukan cara untuk membawa li-fi ke level berikutnya, dengan men-setting brand limit kecepatan baru. Banyak perangkat VLC yang memanfaatkan LED dengan produksi cahaya putih. Perangkat ini bekerja dengan menggunakan diode biru dan mengkombinasikannya dengan fosfor, dan beberapa dari hasil radiasi dikonversikan menjadi cahaya merah dan hijau.

Sebagaimana yang telah kita pelajari pada sekolah tingkat pertama, apabila Anda mengkombinasikan warna merah, hijau dan biru maka Anda akan memperoleh warna putih, dan hal ini sama dengan prinsip kerja LED yang biasa kita gunakan untuk menerangi rumah, handphones ataupun layar laptop kita.

“VLC menggunakan cahaya putih untuk mengeneralisasi dengan batasan 100 juta bit per detik”, jelas salah satu anggota tim, teknik elektrik Boon Ooi. Daniel Oberhaus menjelaskan pada Motherboard, alasan limitisasi ini dikarenakan fakta bahwa waktu yang diperlukan untuk mengkonversi cahaya biru menjadi putih memakan waktu lebih lama daripada kecepatan cahaya LED untuk hidup dan mati. Efisiensi batasan teknologi li-fi berbasis LED ini badwidth maksimumnya sekitar 12 megahertz (MHz).

“Rata-rata kecepatan dari cahaya untuk hidup dan mati merupakan hal yang penting, karena hal ini digunakan dalam metode cahaya LED untuk komunikasi”, jelas Oberhaus.

“Dengan menghidupkan dan mematikan cahaya lebih cepat sehingga tak terlihat oleh mata, teknologi komunikasi LED dengan kode biner terhadap penerima –apabila transisi ini semakin cepat maka bandwith transfer data yang diperoleh akan semakin lebar.”

Ooi dan timnya memutuskan untuk menggunakan hal yang benar-benar berbeda untuk bohlam li-fi, mereka menggunakan kristal nano dari caesium lead bromide, yang dikombinasikan dengan larutan fosfor nitrida. Ketika cahaya biru disinarkan, maka kristal nano mengemisikan cahaya hijau, sedangkan nitride mengemisikan cahaya merah –dan sesuai tebakan Anda- akan diperoleh warna putih.

Tim tersebut melaporkan bahwa perangkat baru yang mereka kembangkan, mampu memproduksi reaksi sebelumnya pada frekuensi 491 Megahertz, dan dapat mentransmisikan data pada kecepatan 2 milyar bit per detik, hal ini 40 kali lebih cepat dibandingkan batasan absolut menggunakan fosfor. Penelitian ini telah dipublikasikan di dalam ACS Photonics.

Oleh: Vierta Saraswati

Referensi :
http://www.sciencealert.com/scientists-just-set-a-new-record-for-data-transmission-using-li-fi
Referensi Gambar :
1. http://www.sciencealert.com/scientists-just-set-a-new-record-for-data-transmission-using-li-fi
2. http://www.sciencealert.com/scientists-just-set-a-new-record-for-data-transmission-using-li-fi
[Read More...]

[Lagi-lagi] Ilmuwan Berhasil Mengembangkan Sistem Wi-Fi Baru dengan Kecepatan 3 Kali Lipat dari Biasanya

Leave a Comment!
Ilmuwan kini mengembangkan model sistem Wi-Fi baru yang secara dramatis dapat meningkatkan kecepatan transfer data pada jaringan yang padat.

Sistem baru yang dikembangkan disebut sebagai sistem MegaMIMO 2.0, yang dapat mentransfer data wireless tiga kali lebih cepat dibandingkan Wi-Fi yang lazim digunakan saat ini, dan jangkauan sinyalnya dua kali lebih luas. MegaMIMO 2.0 dikembangkan oleh tim dari MIT Computer Science an Artificial Intelligence Lab (CSAIL). Teknologi sistem ini memiliki keunggulan yang terlihat di lingkungan yang padat, seperti pada perlombaan olahraga, pusat konvesi ataupun bandara, di mana pada tempat-tempat ini ratusan bahkan ribuan orang mencoba untuk terhubung dengan sinyal internet yang sama.


Gambar 1. Ilustrasi perangkat Wi-fi

Sebagaimana yang telah diketahui, pada tempat umum seperti itu, kecepatan internet dari jaringan yang ada menjadi drop. Hal ini yang disebut di dunia industri sebagai “spectrum crunch”, yang mana spektrum wireless tidak mencukupi bagi semua orang untuk memperoleh data yang diinginkan secara cepat. Salah satu cara untuk menghindari spectrum crunch adalah dengan menambah titik akses wireless -dalam bentuk router berjumlah banyak- yang akan digunakan pengguna Wi-Fi untuk menghubungkan perangkat elektroniknya. Akan tetapi solusi ini tidak bertahan lama, karena setiap titik akses yang baru dapat menciptakan level interferensi pada jaringan yang juga dapat memperlambat kecepatan transfer data.

“Teknologi wireless saat ini belum dapat memecahkan permasalahan spectrum crunch hanya dengan menambahkan transmitter, karena tetap akan ada gangguan disetiap route”, terang tim peneliti Ezzeldin Hamed. “Jawabannya adalah mengusahakan setiap titik akses bekerja bersama secara simultan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan spektrum yang tersedia”.

Oleh karenanya didesain suatu sistem Wi-Fi baru yaitu MegaMIMO 2.0, yang mana sistem ini mengkoordinasikan titik-titik akses pada waktu yang sama, dengan frekuensi yang sama untuk setiap transfer data tanpa menciptakan interferensi. Kunci penemuan ini adalah saat tim menyadari adanya algoritme yang menjelaskan masing-masing transmitter dapat menggunakan spektrum yang sama tanpa mengganggu transmitter yang lain. Hal ini sebagai solusi permasalahan yang selama ini dialami oleh peneliti teknologi wireless.

“Permasalahannya adalah seperti dua stasiun radio tidak dapat memainkan musik pada frekuensi yang sama di waktu yang juga bersamaan, router-router tidak mampu mentransfer data pada sebuah spektrum tanpa membuat interferensi yang berarti pada sinyal”, jelas salah satu anggota tim yang bernama Hariharan Rahul.

MegaMIMO 2.0 dibangun berdasarkan teknologi yang secara virtual digunakan perangkat wireless saat ini, dinamakan multiple-input multiple output (MIMO). MIMO memperbolehkan perangkat seperti smartphone untuk menerima sinyal yang jamak dari beberapa transmitter, akan tetapi hingga saat ini, penggunaan sistem dengan banyak titik akses masih menghasilkan kemacetan pada jaringan.

Untuk menguji coba sistem ini, para peneliti men-set up ruangan yang menyerupai ruangan konferensi, dengan empat laptop travelling mengelilingi ruangan vakum Roomba, dan mengukur kecepatan data yang digunakan. Mereka menemukan bahwa MegaMIMO 2.0 meningkatkan transfer data 330 persen ketika dibandingkan dengan Wi-Fi konvensional. Meskipun saat ini belum ada keterangan langsung terkait kapan sistem ini benar-benar diaplikasikan akan tetapi para peneliti tengah mengkomersialisasikan teknologi tersebut, dan mengatakan bahwa beberapa industri partner akan membawa MegaMIMO 2.0 ke pasaran. Penelitian ini telah dipublikasikan pada SIGCOMM 16.

Oleh: Vierta Saraswati

Referensi :
http://www.sciencealert.com/scientists-have-developed-a-new-wi-fi-system-that-s-3-times-faster
Referensi Gambar :
1. http://www.sciencealert.com/scientists-have-developed-a-new-wi-fi-system-that-s-3-times-faster
[Read More...]

Saintis Berhasil Mendemonstrasikan Kecepatan Internet 1.000 Kali Lebih Cepat dibandingkan Google Fiber

Leave a Comment!
Para ilmuwan di Jerman telah berhasil mengembangkan teknologi internet dengan kecepatan rata-rata mencapai 1 terabit per second (Tbps) pada jaringan fiber optik. Pada kecepatan tersebut, Anda akan mendapati rate dari transmisi data Anda mencapai 1000 lebih cepat dibandingkan layanan yang diberikan oleh Google Fiber, yang mampu mentransferkan data 1 gigabit per second (1 Gbps). Meskipun kecepatan internet 1 Gbps yang ditawarkan Google Fiber sudah sangat menggiurkan bagi pengguna internet yang terhambat dengan koneksi lambat dari ADSL dan jaringan kabel, namun masih belum seimbang untuk berkompetisi dengan kecepatan internet yang menawarkan transfer data 1 Tbps. Pada kecepatan 1 Tbps, Anda berkesempatan mendownload 125 gigabytes untuk setiap detiknya. Setiap detiknya. Hal itu hampir sama dengan kapasitas penyimpanan MacBook Air yang dulu.

Sebagai gambaran lainnya, pada kecepatan tersebut (1 Tbps) Anda dapat mengunduh seluruh seri Game of Thrones hanya dalam waktu 1 detik, dengan kualitas High Definition tentu saja. Atau apabila Anda merupakan penggemar film, pada rentang waktu yang sama Anda mampu mendapatkan 25 film dengan ukuran file tiap filmnya 5 GB. The choice is yours. Dan semoga Anda mampu memanajemen kehidupan sosial Anda dengan baik.


Gambar 1. Ilustrasi oleh Laura Niemuth/Shutterstock.com

Bagaimana mungkin teknologi yang menawarkan kecepatan internet 1 Tbps ini ada? Ternyata semua ini berawal dari ditemukannya teknik modulasi yang disebut Probabilistic Constellation Shapping, di mana melalui teknik ini peneliti dari Technical University of Munich, Nokia Bell Labs dan Deutsche Telekom T-Labs mendapatkan hit transmission rate sebesar 1 Tbps melalui jaringan fiber optik yang telah ada di Deutsche Telkom. Dengan kata lain hasil ini diperoleh tanpa melakukan perlakuan khusus terkait setup jaringan, melainkan dengan infrastruktur fiber yang sebelumnya telah dikembangkan secara publik.

Hal ini merupakan catatan penting, mengingat –percaya atau tidak- sebenarnya sebelumnya saintis telah mendemonstrasikan kecepatan internet yang lebih cepat akan tetapi pengujiannya masih dalam skala lab. Di awal tahun, peneliti dari UK memperoleh kecepatan transmisi data 1.125 terabits per second dengan menggunakan sistem khusus yang mana menyiarkan informasi melalui fiber optik pada 15 saluran secara simultan, yang disebut sebagai “super channel”. Dan tahun lalu, tim peneliti dari Inggris lainnya memperoleh kecepatan transmisi data sebesar 1 Tbps pada skala lab – menggunakan sistem wireless 5G yang menyiarkan data sepanjang 100 meter.

Hal ini sangat kontras dengan apa yang diperoleh peneliti Jerman yang dapat dikatakan pencapaiannya bisa diaplikasikan pada kondisi sesungguhnya (real condition).

Probabilistic Constellation Shaping (PCS) memiliki prinsip kerja berupa meningkatkan efisiensi dari penyiaran data melalui saluran fiber. Metode ini menjamin bahwa sinyal dengan amplitude lemah lebih banyak digunakan dibandingkan sinyal beramplitudo kuat. Berdasarkan penelitian, hal ini memungkinkan adanya transmission rate menjadi lebih ideal untuk sesuai dengan saluran, dan berarti bahwa sinyalnya lebih stabil terhadap noise pada saluran dan defek lainnya.

Dengan menggunakan PCS, tim peneliti mampu memperoleh kecepatan 1 Tbps diantara dua kota di Jerman yaitu Stuttgart dan Darmstadt, dan juga antara Stuttgart dan Nuremberg sebagaimana yang dilaporkan oleh Liam Tung di ZDNet. Tim juga menemukan adanya perlambatan 0,8 Tbps antara Stuttgart dan Berlin.

Hasil penelitian ini baru saja dipresentasikan pada pekan ini melalui European Conference on Optical Communication (ECOC) 2016 in Düssedorf, Jerman, dan sejauh ini belum dipublikasikan, sehingga beberapa santis lainnya belum dapat memverifikasi hasilnya.

Oleh: Vierta Saraswati

Referensi :
http://www.sciencealert.com/scientists-just-demonstrated-internet-speeds-1-000-times-faster-than-google-fibre
Referensi Gambar :
1. http://www.sciencealert.com/scientists-just-demonstrated-internet-speeds-1-000-times-faster-than-google-fibre
[Read More...]

Trik Mudah Membuat Konten Blog yang Menarik

Leave a Comment!
Saat ini, banyak orang yang memiliki blog. Misalnya, blogspot ataupun blog wordpress. Termasuk juga kalangan anak muda. Nah, bila ingin meningkatkan jumlah visitor (pengunjung) blog, tentunya kita mesti mem-posting tulisan-tulisan yang menarik. Sebabnya, data tarik blog sebenarnya terletak pada tulisan. Lalu, bila ingin meningkatkan jumlah visitor blog, bagaimana trik membuat blog yang menarik? Terlebih bagi yang kurang begitu memahami teknik-teknik menulis? Berikut beberapa trik mudah membuat konten blog yang menarik.

Bahas Hal yang ‘Dekat’ dengan Segmen Pembaca yang Kita Tuju

Agar lebih memudahkan membuat konten blog menarik, tetapkan segmen pembaca blog kita. Setelah menetapkannya, carilah hal yang dekat dengan segmen pembaca yang kita tuju. Ambil contoh, segmen pembaca blog kita berasal dari kalangan anak muda. Nah, salah satu hal yang dekat dengan kalangan anak muda yaitu mengenai asmara. Hal-hal mengenai asmara dapat kita kembangkan menjadi satu tulisan utuh. Misalnya, membuat postingan berjudul Tips Harmonis Menjalani LDR (Long Distance Relationship), ataupun membuat postingan berjudul Sudah Siapkah Menjadi Pengantin? Nah, bila pembaca berasal dari kalangan masyarakat umum, kita dapat membahas seluk beluk budaya Jepang ataupun Korea. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, kedua budaya tersebut cukup disenangi.


Gambar 1. Situs hipwee (Hipwee.com. Situs ini Diperuntukkan bagi Kawula Muda. Karenanya, Menghadirkan Berbagai Hal yang Dekat Dengan Kehidupan Anak Muda.

Sisipkan Kata-Kata yang Sedang ‘In’

Menyisipkan kata-kata yang sedang ‘in’, menjadikan tulisan terasa kekinian,tak begitu asing di benak pembaca, dan menjadikannya lebih menarik. Ambil contoh, segmen pembaca blog kita berasal dari kalangan anak muda. Nah, karena kata Kesempurnaan Cinta begitu populer di kalangan anak muda saat ini, judul lagu yang dinyanyikan Rizki Febian ini dapat kita sisipkan pada tulisan.


Gambar 2. Contoh Tulisan yang Disisipi Kata Kesempurnaan Cinta

Sesuaikan Gaya Bahasa Tulisan dengan Segmen Pembaca Blog

Nah, dengan menyesuaikan gaya bahasa tulisan dengan segmen pembaca blog, menjadikan tulisan terasa begitu dekat dengan pembaca. Ambil contoh, segmen pembaca blog berasal dari kalangan anak muda. Agar, gaya bahasa tulisan ‘matching’ dengan psikologi anak muda , gunakan kata-kata yang biasa dituturkan sehari-hari oleh anak muda pada umumnya. Contohnya, kata enggak ataupun kata kerja berakhiran imbuhan -in seperti ambilin, ataupun perhatiin. Nah, selain itu, dapat juga disisipi dengan kata-kata berbahasa Inggris. Bila pembaca blog kita berasal dari kalangan masyarakat umum, gunakan gaya bahasa tulisan yang lebih baku.


Gambar 3. Contoh Gaya Bahasa Tulisan Casual

Dukung Tulisan dengan Gambar Secukupnya.

Nah, agar lebih memudahkan pembaca memahami tulisan kita, sisipkan gambar yang berkaitan dengan tulisan. Namun, tak lantas menyisipkan gambar sebanyak-banyaknya. Sebabnya, bila terlalu banyak gambar disisipkan, tulisan cenderung kurang menarik. Nah, selain memudahkan pembaca memahami tulisan, menyisipkan gambar pun menjadikan tulisan terlihat menarik. Contohnya gambar dapat kita amati pada gambar pertama.

Demikian, trik-trik membuat konten blog yang menarik. Nah, agar jumlah visitor blog meningkat, tak ada salahnya menerapkannya. Selamat menulis konten blog...

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber gambar:
1. Gambar Milik Pribadi
2. Gambar Milik Pribadi
3. Gambar Milik Pribadi
[Read More...]